Minggu, 22 Desember 2013

Pembentukan Kata Berimbuhan 2

men- (c, d, j, z, dan sy)

               c                        d                             j
meng- + caci = mencaci                    meng- + daki = mendaki                       meng- + jadi = menjadi
meng- + coba = mencoba                 meng- + dorong = mendorong              meng- + jual = menjual


                  z                             sy        
meng- + zalim + i = menzalimi               meng- + syukur + i = mensyukuri
meng- + ziarah + i = menziarahi            meng- + syarat + kan = mensyaratkan
meng- + zina + i = menziani                  meng- + syirik + kan = mensyirikkan

Senin, 09 Desember 2013

Kriminal Menodong Kaki-Lah Tetap Berlalu

Do it Yourself - Duit-duitmu sendiri
Kriminal Menodong Kaki-lah Tetap Berlalu
penulis: H. Minarto
dimuat dalam majalah HumOr No. 80
26 Jan - 8 Feb 94

Di Jakarta, berjalan sendirian di malam hari sangat tidak aman. Apalagi bagi wanita. Menurut seorang kenalan yang gemar membaca berita kriminal, tingkat kerawanan di Jakarta dan kota-kota besar lain sudah sangat lucu. Untuk menghindari "risiko-risiko" yang konyol bagi pejalan kaki itu, berikut resep-resep jitu khusus untuk Anda

1. Kalau Anda sendirian, jangan jalan kaki di trotoar. Jalan kakilah di mobil yang sedang berjalan dan banyak penumpangnya

Hindari memakai perhiasan dan pakain yang mudah mengundang kejahatan. misalnya, kalung tengkorak 2. dan pakaian tanpa selembar benang pun.

3. Kalau Anda terpaksa harus jalan sendirian, bawalah foto jawara atau jago tembak dari Texas. Kalau tak punya, ajak saja orang sekampung.

Tak semua wilayah di Jakarta atau kota besar itu menakutkan di waktu malam, buktinya di rumah, Anda 4. aman. Jadi berhentilah bercemas diri.

5. Kalau Anda capek jalan kaki dan perlu naik kendaraan, jangan naik sembarangan kendaraan. Mobil patroli dan ambulan, rasanya bisa dijamin keamanannya.

6. Berpakaianlah compang-camping seperti gelandangan atau orang gila. Siapa sudi nodong walalupun Anda membawa uang dan perhiasan berharga ratusan juta?

Menyamar  sebagai waria atau bencong, juga cara aman bagi pria. Menyamar sebagai tukang pukul de- 7. ngan kumis dan cambang berewokan juga cara aman buat wanita.

8. Belajarlah ilmu menghilangkan diri. Kalau sudah mahir, Anda akan tahu sendiri manfaatnya. Termasuk menghilangkan jejak pada saat ada manipulasi, hi-hi-hi.

Bagaimana bila tempat Anda jalan kaki terasa sepi sekali? Bersyukurlah, karena Anda sendirian dan tak 9. ada yang lain, berarti, penodongan tak akan pernah terjadi.

10. Begitulah, ketakutan akan terjadinya kejahatan seringkali lebih jahat daripada kejahakatan itu sendiri. Jadi jangan terlalu sering menodong diri sendiri

Jumat, 22 November 2013

Contoh Kata Umum


MembawaMelihatHewanMemotong
menjinjingmelirikkucingmenggunting
menentengmenatapkambingmencacah
membopongmengerlingbebekmengiris
memanggulmemelototidombamenyayat
mengepitmenerawanggajahmemenggal
memikulmemandangharimaumenggergaji
menyunggimemicingikanmembelah
mengamatiburungmemangkas
menontonkampretmengerat
menuai
memepat
menyelang
menebang
menjagal

Selasa, 19 November 2013

Putus Cinta Bisa Mati Putus Rokok Gampang Rejeki!

ORKES (Mengorkeskan Olahraga Mengolahragakan Orkes)
Sumber: Majalah HumOr no: 69
11-24 AGT 1993
Halaman: 68-69
Karya: Moch Rivan

di tik dari majalah HumOr koleksi sendiri
dengan beberapa pengurangan nomor 9-11 dan kalimat akhir penulis coz agak gimanaaa gitu.

Putus Cinta Bisa Mati
Putus Rokok Gampang Rejeki!

PUTUS cinta gampang cari ganti. Putus rokok? Setengah mati! Ah, yang bener? Apa bukan: putus cinta patah hati, putus rokok sehat lagi? Bukannya mau menghasut, sebaik-baiknya Anda, pilihlah uangkapan kedua. Soalnya itu persis dengan anjuran di bawah ini.

1
Gantilah kebiasaan merokok dengan kebiasaaan mengunyah makanan ringan, mengunyah permen karet, atau mengunyah daun sirih.

2
Rajin-rajinlah berolahraga, ikut klub jantung sehat. Bersepeda keliling kota sambil menghitung puntung rokok yang berserakan di jalan.

3
Ingat, kebiasaan merokok dapat memperburuk suara Anda dan menutup kesempatan Anda jadi Tarzan

4
Jadi karyawan perusahaan cengkeh, pasti sibuk mengurus stock berton-ton cengkeh di gudang beserta teknik sim sala bim-nya, pasti lupa waktu untuk merokok.

5
Jauhkan diri dari lingkungan asap rokok maupun  warung rokok, caranya: bikin rumah di tengah laut.

6
Boleh-boleh saja beli rokok, tapi jangan beli, pinjam, atau punya korek api.

7
Bekerjalah di pabrik rokok dan pandangi jutaan batang rokok yang menumpuk, biar kenyang sebelum mencobanya.

8
Jangan rugikan diri sendiri, ambil keuntungan dari orang lain, dengan menjadi penjual asbak atau pengusaha rokok yang sukses

9
Walaupun kadar tar dan nikotinnya rendah, tetap saja dapat merugikan kesehatan. Jadi jangan membaca, mendengar, atau melihat iklan rokok. Lihat gambar cewek cakepnya aja!

10
Jika Anda berniat untuk berhenti merokok, laksanakan detik ini juga! Tanpa syarat apa pun! Buang semua asbak, korek api, dan rokoknya ke meja saya!

11
Merokok dapat memperpanjang usia Anda. Tapi jangan lupa, banyak berbuat baik dan menolong orang lain juga!

Nb: Believe it or not, saya juga perokok, lho. Syukurlah, belum berhasil stop sampai hari ini!


12 Kiat Memilih Ketua Parpol

Sumber: Majalah Humor No. 69
11 - 24 Agt 1993
Halaman 40-41

Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia ricuh lagi. Kali ini berdarah-darah. Padahal, sebelumnya Pangab Jenderal Feisal Tandjung mengisyaratkan agara Ketua Umum PDI hendaknya "tidak cacat huku". Cacat lain apa lagi-kah yang tak boleh disandang oleh seorang ketua partai? Inilah jawabannya.

1
Seorang ketua umum partai politik, memang tak boleh "cacat hukum". Artinya, apabila ia pernah menjalani hukuman, ia tidak boleh menjadi penderita cacat seperti: hidung penyok, bibir jontor, gigi rontok, kuku jari copot, tangan sengkleh atau kaki pincang akibat kena hajar.

2
Karena itu, "cacat badan" juga tak boleh dimiliki oleh seorang ketua parpol. Misalnya; jika ia memiliki: muka rata, kepala sebesar merica, ada paku di ubun-ubun, anggota badan tidak bisa dikeluarkan di depan umum, berkalung usus, punggung growong, kaki tidak menginjak tanah.

3
Tentu saja, "cacat mental" juga tidak layak bagi Pak Ketua. Misalnya, jika ia punya kebiasaan: menculik, memecat, merecall, mengintimidasi, menduduki ruang sidang, menjebol pintu gerbang, membocorkan jidat, ikut campur urusan kongres partai lain.

4
Karena sudah "satu asa", maka ia juga harus tidak "cacat ideologi". Maksudnya, sejak di dalam kandungan ibunya, ia harus mendapatkan aneka macam imunisasi. Terutama suntikan serum "antimundur".

5
Sebagai calon pemimpin umat, ia juga tidak boleh punya "cacat visi". Maksudnya, selama masa kepemimpinannya, ia harus bisa tampil sesering mungkin di layar televisi, bukan cuma ketika kampanye pemilu saja.

6
Dengan kata lain, ia tidak boleh "cacat pamor". Maksudnya, secara lahir dan batin, duniawi dan akhirati, ia harus tak tercela. Ia harus seorang pemimpin yang "layak masuk surga" -- baik di dunia maupun di akhirat.

7
Karena akan dijadikan sebagai figur teladan, ia pun tidak boleh "cacat amor". Artinya, cinta pertama dan terakhir-nya harus semata-mata ditujukan kepada jabatannya saja

8
Sebagai makhluk sosial, ia juga tidak boleh memiliki "cacat humor". Maksudnya, ia tak boleh lalai membaca majalah HumOr

9
"Cacat mimpi" pun ia dilarang. Artinya, ia tidak boleh bermimpi yang bukan-bukan. Misalnya, bermimpi menjadi orang cacat, atau menganiaya orang cacat.

10
"Cacat hitung"? Benar. Ia sama sekali tidak boleh salah hitung. Misalnya,  "50" dihitung sebagai "Petisi 50", "17" dihitung sebagai "Kelompok 17". Bahkan, "lima tahun" malah disangka "seumur hidup".

11
Mengapa pemimpin parpol juga dilarang memiliki "cacat modal"? Karena, "dengkul" tak boleh dijadikan sebagai "modal", dan "kongres" pantang dijadikan sebagai pentas "restu".

12
Tapi, kalai dipikir lebih mendalam, sesungguhnay, seorang pemimpin politik justru tidak boleh "tanpa cacat" samasekali. Sebab, jika ada susu sebelanga, siapa yang akan meneteskan nila setitik...?

ditik ulang dari majalah koleksi sendiri
beli di toko majalah bekas...