Karya: Hari Untung Maulana
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Nama saya Hari Untung Maulana
tapi kalian boleh panggil saya Harun... singkatan dari hari untung.
dari kelas 5 SD kalau ada yang tanya cita-cita saya jadi apa.... jawaban saya pasti
Jadi Guru Bahasa Indonesia. dan hari ini... bahkan sejak 10 tahun yang lalu.... cita-cita itu telah terwujud
Alhamdulillah. Kenapa saya bercita-cita jadi guru bahasa Indonesia?
MTK saya jeblok
IPA saya dol
IPS saya ambrol
Bahasa Inggris saya brodol
Cuma bahasa Indonesia doang yang bisa diacungin jempol
Gapapa... cuma jadi guru bahasa Indonesia... yang penting ada usaha
teman saya waktu SMP cita-citanya jadi dokter... ternyata dia pas SMA masuknya IPS...
akhirnya dia ganti cita-cita jadi istrinya dokter....
sekarang, ternyata dia dijodohin sama ortunya nikah dengan seorang PNS di kelurahan...
akhirnya dia ganti cita-citanya jadi tetangganya dokter...
Jadi guru bahasa Indonesia tuh banyak asyiknya, bahkan berpotensi besar jadi guru pavorit...
coba, kalau saya lagi BT ngajar, gara-gara seharian kemaren buang-buang air besar...
akhirnya kita cuma ngobrol aja... dan asal tahu aja... dalam pelajaran bahasa Indonesia ngobrol adalah bagian dari pembelajaran.
jadi, di jurnal kelas saya tulis.... Berdiskusi atau mendengar dan berbicara...
Anak-anak zaman sekarang ya... bajunya tuh makin kebuka
bahkan di kelas saya ada kejadian...
Pak, besok baca puisinya harus pakai kostum ya?
saya jawab... enggak kok, enggak harus
eh dia malah bilang... ooo syukur deh, soalnya saya besok enggak pakai apa-apa.
hadeh
Sebagai guru bahasa Indonesia, banyak orang yang nyimpen nomor telepon saya. cuma dua tujuannya... nanya arti kata atau minta dibantuin ngisi TTS.
pelajaran bahasa Indonesia tuh pelajaran yang kalau menang enggak ngebanggain tapi kalau kalah malu-maluin.
misalnya... seorang siswa..."Saya dapet 80 pelajaran bahasa Indonesia... jawabannya wajar lah, bahasa sendiri. Saya dapet 60 bahasa Indonesia... jawabannya... gimane sih lu
coba kalau matematika... saya dapet 60 ulangan matematika... gila, udah bagus itu... saya dapet 30 ulangan matematika... wajar lah... gak adil banget kan.
Sabtu, 18 Januari 2014
Minggu, 22 Desember 2013
Definisini 1
Secangkir Kopi Humor
tulisan: Darminto MS
Di tik ulang dari majalah HumOr No. 80
26 Jan - 8 Feb '94
Hal: 46
Humor, persis secangkir kopi, pantang dituang berulang-ulang
tulisan: Darminto MS
Di tik ulang dari majalah HumOr No. 80
26 Jan - 8 Feb '94
Hal: 46
Humor, persis secangkir kopi, pantang dituang berulang-ulang
Humor, milik orang yang mau melihat dunia, tidak cuma mirip rel kereta
Mimpi para humoris sebenarnya sederhana saja: semoga kepura-puraan segera dimuseumkan.
Humor, tanpa ada yang mengagetkan, persis hari besar tanpa petasan
Transparansi humor tidak seperti kaca, yang mudah retak atau pecah
Pembentukan Kata Berimbuhan 3
meng- (g, h, dan semua huruf vokal (a-i-u-e-o))
g h
meng- + gusur = menggusur meng- + hardik = menghardik
meng- + garap = menggarap meng- + hukum = menghukum
a i u
meng- + asah = mengasah meng- + isap = mengisap meng- + usap = mengusap
meng- + arsir = mengarsir meng- + igau= mengigau meng- + ukir = mengukir
e o
meng- + elak = mengelak meng- + operasi = mengoperasi
meng- + ejek = mengejek meng- + olah = mengolah
g h
meng- + gusur = menggusur meng- + hardik = menghardik
meng- + garap = menggarap meng- + hukum = menghukum
a i u
meng- + asah = mengasah meng- + isap = mengisap meng- + usap = mengusap
meng- + arsir = mengarsir meng- + igau= mengigau meng- + ukir = mengukir
e o
meng- + elak = mengelak meng- + operasi = mengoperasi
meng- + ejek = mengejek meng- + olah = mengolah
Pembentukan Kata Berimbuhan 2
men- (c, d, j, z, dan sy)
c d j
meng- + caci = mencaci meng- + daki = mendaki meng- + jadi = menjadi
meng- + coba = mencoba meng- + dorong = mendorong meng- + jual = menjual
z sy
meng-+ zalim + i = menzalimi meng- + syukur + i = mensyukuri
meng- + ziarah + i = menziarahi meng- + syarat + kan = mensyaratkan
meng- + zina + i = menziani meng- + syirik + kan = mensyirikkan
c d j
meng- + caci = mencaci meng- + daki = mendaki meng- + jadi = menjadi
meng- + coba = mencoba meng- + dorong = mendorong meng- + jual = menjual
z sy
meng-
meng- + ziarah + i = menziarahi meng- + syarat + kan = mensyaratkan
meng- + zina + i = menziani meng- + syirik + kan = mensyirikkan
Senin, 09 Desember 2013
Kriminal Menodong Kaki-Lah Tetap Berlalu
Do it Yourself - Duit-duitmu sendiri
Kriminal Menodong Kaki-lah Tetap Berlalu
penulis: H. Minarto
dimuat dalam majalah HumOr No. 80
26 Jan - 8 Feb 94
Di Jakarta, berjalan sendirian di malam hari sangat tidak aman. Apalagi bagi wanita. Menurut seorang kenalan yang gemar membaca berita kriminal, tingkat kerawanan di Jakarta dan kota-kota besar lain sudah sangat lucu. Untuk menghindari "risiko-risiko" yang konyol bagi pejalan kaki itu, berikut resep-resep jitu khusus untuk Anda
1. Kalau Anda sendirian, jangan jalan kaki di trotoar. Jalan kakilah di mobil yang sedang berjalan dan banyak penumpangnya
Hindari memakai perhiasan dan pakain yang mudah mengundang kejahatan. misalnya, kalung tengkorak 2. dan pakaian tanpa selembar benang pun.
3. Kalau Anda terpaksa harus jalan sendirian, bawalah foto jawara atau jago tembak dari Texas. Kalau tak punya, ajak saja orang sekampung.
Tak semua wilayah di Jakarta atau kota besar itu menakutkan di waktu malam, buktinya di rumah, Anda 4. aman. Jadi berhentilah bercemas diri.
5. Kalau Anda capek jalan kaki dan perlu naik kendaraan, jangan naik sembarangan kendaraan. Mobil patroli dan ambulan, rasanya bisa dijamin keamanannya.
6. Berpakaianlah compang-camping seperti gelandangan atau orang gila. Siapa sudi nodong walalupun Anda membawa uang dan perhiasan berharga ratusan juta?
Menyamar sebagai waria atau bencong, juga cara aman bagi pria. Menyamar sebagai tukang pukul de- 7. ngan kumis dan cambang berewokan juga cara aman buat wanita.
8. Belajarlah ilmu menghilangkan diri. Kalau sudah mahir, Anda akan tahu sendiri manfaatnya. Termasuk menghilangkan jejak pada saat ada manipulasi, hi-hi-hi.
Bagaimana bila tempat Anda jalan kaki terasa sepi sekali? Bersyukurlah, karena Anda sendirian dan tak 9. ada yang lain, berarti, penodongan tak akan pernah terjadi.
10. Begitulah, ketakutan akan terjadinya kejahatan seringkali lebih jahat daripada kejahakatan itu sendiri. Jadi jangan terlalu sering menodong diri sendiri
Kriminal Menodong Kaki-lah Tetap Berlalu
penulis: H. Minarto
dimuat dalam majalah HumOr No. 80
26 Jan - 8 Feb 94
Di Jakarta, berjalan sendirian di malam hari sangat tidak aman. Apalagi bagi wanita. Menurut seorang kenalan yang gemar membaca berita kriminal, tingkat kerawanan di Jakarta dan kota-kota besar lain sudah sangat lucu. Untuk menghindari "risiko-risiko" yang konyol bagi pejalan kaki itu, berikut resep-resep jitu khusus untuk Anda
1. Kalau Anda sendirian, jangan jalan kaki di trotoar. Jalan kakilah di mobil yang sedang berjalan dan banyak penumpangnya
Hindari memakai perhiasan dan pakain yang mudah mengundang kejahatan. misalnya, kalung tengkorak 2. dan pakaian tanpa selembar benang pun.
3. Kalau Anda terpaksa harus jalan sendirian, bawalah foto jawara atau jago tembak dari Texas. Kalau tak punya, ajak saja orang sekampung.
Tak semua wilayah di Jakarta atau kota besar itu menakutkan di waktu malam, buktinya di rumah, Anda 4. aman. Jadi berhentilah bercemas diri.
5. Kalau Anda capek jalan kaki dan perlu naik kendaraan, jangan naik sembarangan kendaraan. Mobil patroli dan ambulan, rasanya bisa dijamin keamanannya.
6. Berpakaianlah compang-camping seperti gelandangan atau orang gila. Siapa sudi nodong walalupun Anda membawa uang dan perhiasan berharga ratusan juta?
Menyamar sebagai waria atau bencong, juga cara aman bagi pria. Menyamar sebagai tukang pukul de- 7. ngan kumis dan cambang berewokan juga cara aman buat wanita.
8. Belajarlah ilmu menghilangkan diri. Kalau sudah mahir, Anda akan tahu sendiri manfaatnya. Termasuk menghilangkan jejak pada saat ada manipulasi, hi-hi-hi.
Bagaimana bila tempat Anda jalan kaki terasa sepi sekali? Bersyukurlah, karena Anda sendirian dan tak 9. ada yang lain, berarti, penodongan tak akan pernah terjadi.
10. Begitulah, ketakutan akan terjadinya kejahatan seringkali lebih jahat daripada kejahakatan itu sendiri. Jadi jangan terlalu sering menodong diri sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)