Selasa, 09 April 2013

Motivasi: SOPAN SANTUN

Jika kita berbicara tentang sopan santun.
Sebetulnya, yang memiliki peran paling besar dalam pembentukan karakter sopan dan santun adalah orang tua di rumah.

Yang terdengar di masyarakat... anak yang tidak pintar akan diberi pertanyaan..."Siapa sih gurunya?", dan untuk anak tidak sopan.... pertanyaan yang keluar adalah... "Siapa sih bapaknya?", atau "Diajarin sopan santun gak sih di rumah?" bukan "Diajarin sopan santun gak sih di sekolah?"

Hal itu membuktikan, bahwa sesungguhnya, bagaimana bertingkah laku sopan pertama kali diketahui oleh seorang anak adalah berasal dari rumah.

kapan sebaiknya sopan santun diajarkan, menurut saya, sebaiknya diajarkan sejak anak mampu berkomunikasi dengan orang lain. Ketika seorang anak sudah mampu untuk menyampaikan keinginannya secara verbal dan gerakan. maka sejak saat itu juga orang tua harus mengajarkan cara menyampaikan ucapan dan gerakan yang sopan.

Ada beberapa kata yang sebaiknya diajarkan kepada anak sejak dia mampu berbicara:
(namanya)
Tolong,
maaf,
terima kasih,
sama-sama,
Assalamu 'alaikum
Wa 'alaikum salam
 Bismillah.


Ketika anak kita sudah mampu "menyuruh" orang lain untuk melakukan apa yang dia inginkan. Maka, minimal dia dapat memulainya dengan kata 'tolong'. Saat anak diberi sesuatu, sudah saatnya dia berkata 'terima kasih'. bagaimana cara mengajarkannya? orang tua harus memberi contoh. Gunakan kata 'tolong', 'maaf' dan, 'terima kasih'.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih sudah memberi masukan