Jumat, 05 September 2014

SOP Pergaulan Antar Guru

oleh: Hari Untung Maulana

Sebagai seorang wakasis,
kadang sering jadi tempat curhatan teman-teman guru yang lain

Biasalah... masalah orang dewasa... hadeh.
Akhirnya...
Bolehlah diterapkan aturan ini
Cukup mengurangi aura panas di kantor guru....

Download di sini

http://downloads.ziddu.com/download/24028378/SOP-Stop-Gibah-dan-Fitnah.docx.html

SOP Perizinan Santri

Oleh: Hari Untung Maulana

Nah, yang ini khusus buat boarding school kali ya...

silakan download di sini
http://downloads.ziddu.com/download/24028375/Alur-Perizinan-Siswa.docx.html

Untuk sekolah nonboarding... mungkin bisa dijadikan sedikit referensi

SOP Lomba Eksternal

oleh: Hari Untung Maulana

Tau-tau datang pembawa undangan lomba dari sekolah lain
(datang tak dijemput pulang tak diantar). xixixixixixi

Wakasis harus siap dengan fenomena ini
makanya perlu ada SOP agar semua berjalan lancar

monggo, wakasis atau guru yang membutuhkan,
bisa download di sini


http://downloads.ziddu.com/download/24028295/SOP-Lomba.docx.html

Selasa, 02 September 2014

Ide Memberi Hadiah di Kelas

oleh: Hari Untung Maulana

Seorang teman guru senang sekali memberikan hadiah pada murid-muridnya... kayaknya udah hobi deh.
Tetapi, ternyata beliau bingung dengan tema apa yang bisa dikasih hadiah.

Kemarin-kemarin,
Beliau hanya menanyakan siapa yang sudah membaca Alquran 1 juz dan siapa yang Shalat Tahajud...
Setiap hari pertemuannya, hanya dua pertanyaan itu yang selalu ditanyakan. Dan yang melaksanakan mendapat hadiah.

Tapi ternyata (Alhamdulillah) hadiah yang tadinya cuma paling-paling 3 orang yang dapat.
Lama kelamaan jadi makin banyak dan anak-anak jadi makin rajin tilawah dan tahajud.

Bukan masalah Beliau sudah kehabisan modal.
Tetapi Beliau minta ide.
Hal apa lagi ya, yang bisa dijadikan selingan untuk pemberian hadiah?

Pertama, sampaikan saja, kalau Anda hanya menyiapkan 3 hadiah per hari.
Kedua,
Berikut beberapa idenya:
1. Siapa yang tadi sampai pertama di kelas?
2. Siapa yang semalam membantu ibu menyiapkan makan malam?
3. Siapa yang sudah membaca koran pagi hari ini?
4. Siapa yang sudah membantu orang lain (selain keluarga) hari ini?
5. Siapa yang tadi pagi Shalat Subuh di masjid? / yang kemarin pergi ke Gereja?
6. Siapa yang sudah bersedekah hari ini
7. Siapa yang sudah membaca materi halaman 30. coba jelaskan!
8. Siapa yang di rumah kalau sore pergi ke Pengajian?
9. Siapa yang pernah menolong guru, coba ceritakan di depan kelas
10. Siapa yang tadi pagi menyiram bunga di taman sekolah?
11. Siapa yang pernah karya sastranya dimuat di majalah?
12. Siapa yang malam 17 Agustusan kemarin tampil di acara panggung hiburan di daerahnya?
13. Saya dengar, kemarin ada anak kelas ini yang membantu eorang Ibu yang terjatuh di depan sekolah,
      Siapa dia?

Ini hanya sekadar sharing ide dari saya... Bapak/Ibu guru tentu memiliki ide yang lain.

Pelajaran Bahasa Indonesia tentang Fabel

oleh: Hari Untung Maulana

Materi pertama di buku paket kelas 8 dengan menggunakan kurikulum 2013 adalah fabel
hal-hal yang dipelajari adalah:

Di bawah ini adalah hal-hal bisa dijadikan informasi pengayaan selain yang ada di buku paket. kalau sudah ada ya berarti jangan. heheheh

1. Fabel berbeda dengan legenda hewan
Ada juga legenda yang mirip dengan fabel.
Tokohnya juga hewan yang berperilaku seperti manusia.

Misalnya, 
Asal muasal Kota Surabaya ---- legenda atau fabel?
Asal muasal kuda tidak memiliki tanduk --- legenda atau fabel?
Asal muasal anjing kalau pipis kakinya diangkat satu --- legenda atau fabel?

Guru harus memberikan pemahaman
Jika Legenda, maka pada akhir cerita, point yang penting adalah kesimpulan tentang asal usul
contoh: "Itulah sebabnya hingga sekarang daerah tersebut dinamakan Surabaya"
            "Itulah mengapa, sampai saat ini, kelinci berekor pendek."

Jika Fabel, akhirnya biasanya ditutup dengan nilai moral.
contoh: Oleh sebab itu, kita harus menuruti apa yang dinasihati oleh orang tua kita
            Sejak saat itu, Sang Singa berlaku adil terhadap rakyatnya


2. Berikan contoh yang dekat dengan siswa

Ternyata,
banyak murid saya yang tidak tahu dengan fabel-fabel Indonesia.
Saya tanya, memangnya kamu tidak langganan majalah anak? kompak jawab "Tiidaaaaaak"
Memangnya ibumu atau ayahmu tidak pernang mendongeng sebelum kamu tidur? "Tidaaaaaaaaakk"
Kamu tahu tidak cerita Katak Hendak Jadi Lembu? Tidaaaaaaaaaak
Kamu pernah dengar gak cerita tentang Perlombaan balap lari kelinci dengan siput? Adanya kelinci sama kura-kura... Upin Ipiiiiiiin....

Saya jadi sadar, contoh fabel yang mereka terima tidak lagi secara lisan. bahkan jarang juga yang dari hasil membaca. yang mereka tahu adalah film..... fabel hollywood.

Jadi kalau ingin memberi contoh unsur-unsur intrinsik, gunakan saja fabel yang lagi ngetrend di anak-anak, yaitu film-film hollywood misalnya: Finding Nemo, Over the Hedge, Madagascar, Dinosaurs, dan sebagainya. Guru harus sudah nonton lho.

3. Fabel bukan sastra lama. Fabel bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan terkini
Murid saya masih ada yang berpendapat kalau Fabel itu tidak boleh dibuat kekinian. Harus apa yang sudah ada di masyarakat. Tentu pendapat tersebut tidak tepat. Fabel hanyalah sebuah wadah yang isinya bisa kita masukkan beragam nilai moral.

Saat materi diskusi, menelaah fabel atau merevisi fabel. Sebaiknya, guru membuat fabel sendiri yang nilai-nilai moral yang ingin disampaikan adalah nilai moral yang dibutuhkan oleh anak-anak kita (murid). Misalnya tentang bullying, ngata-ngatain orang tua, tawuran, narkoba, kantin kejujuran, dll.

4. Syarat penulisan fabel
Ketika materi penyusunan fabel, guru dapat mengingatkan pada siswa tentang beberapa hal. (setelah siswa mencari ciri-ciri fabel sendiri)
a. Pemilihan kata
    Kata-kata yang digunakan dalam fabel, haruslah kata-kata yang sudah dipahami oleh pembaca fabel (usia
    6-15 tahun).
b. Pemilihan tokoh
    Tokoh haruslah hewan yang bisa ditangkap bentuk fisiknya oleh anak-anak. Tokoh, kancil sebenarnya
     sangat abstrak bagi beberapa anak. Mereka sulit membayangkan bentuk kancil seperti apa? oleh sebab
     itu, penggunaan tokoh hewan rumahan lebih baik. Kalau[un menggunakan hewan hutan, maka hewan
     yang standar saja.
c. Jumlah kata dalam tiap kalimat
    Untuk siswa SD dan SMP, jumlah kata dalam satu kalimat terdiri atas 6-8 kata.
    contoh: Di sebuah hutan yang sangat lebat. Tinggalah dua orang sahabat bernama Kuri dan Tupi. Mereka
    adalah seekor kura-kura dan tupai. Pada suatu hari, Kuri dan Tupi pergi ke danau. Mereka hendak
    mencari minum. Tetapi air danau tinggal sedikit.
d. Alur harus sederhana
    Alur yang digunakan harus alur maju dan alur tunggal