Oleh: Hari Untung Maulana
Latihan menulis puisi dapat dilakukan dengan berbagai cara.
salah satunya adalah dengan teknik copy the master
ada beberapa bentuk latihan teknik copy the master
Bentuk Pertama Copy The Master
Mengganti beberapa kata dengan kata sendiri
Teknik ini sebenarnya sangat dekat dengan plagiat.
Jadi, puisi dari hasil latihan copy the master dengan mengganti kata harus diperlakukan sebagai berikut:
1. Hanya sekadar untuk latihan di kertas yang akhirnya untuk dibuang
2. Tidak boleh dipublikasikan, dibukukan, atau dibacakan dalam forum-forum sastra.
3. Tidak menganggap bahwa puisi tersebut adalah murni hasil karya sendiri.
4. Ganti judulnya
Mengapa hal tersebut harus dilakukan. Karena akibatnya Anda dapat dianggap plagiator oleh orang lain yang merasa familiar dengan puisi Anda.
Minggu, 23 November 2014
Selasa, 18 November 2014
Gambaran atawa Wayangan
sumber gambar: http://www.pinterest.com/pin/382454193325298367/
Buat ngedapetin ni mainan... pengorbanannya besar men...
Dulu keluarga saya termasuk keluarga sederhana yang rumahnya ngontrak and makannya satu lauk buat seharian.
kalo mau mainan, saya harus bisa cari sendiri...
caranya...
Obat Nyamuk Bakar 'Cap Kambing'
gambar hanya sebagai ilustrasi
Jakarta banyak nyamuk..... bangeeeeeeet
Kalo udah malem.... biasanya bokap nyuruh beli obat nyamuk bakar
Waktu itu belum musim obat nyamuk calir.
Baxxon semprot sih udah ada... tapi mahal, yang jual cuma supermarket
Kalo pakainya dibakar ujungnya.... biasaaaaaa
Begitu tu obat nyamuk cap kambing udah dateng
bokap langsung motek-motekin tu obat nyamu
maksudnya dipatah-patahin.
Patahannya ditumpukin di atas genteng bijian (bukan yang udah dipasang di atap)
terus diguyur pakai minyak tanah sedikit.
setelah basah, langsung dah tu tumpukan obat nyamuk di bakar sama bokap
Setelah jadi bara sedikit
Apinya langsung ditiup
maka,
terciptalah asap yang amat pekat dan banyak menyesakkan dada
memenuhi seisi rumah yang enggak besar.
(makanye, sebelum ditiup, penghuni rumah disuruh ngungsi dulu ke rumah tetangga)
20 menit kemudian ketika kita masuk rumah
asap sudah menipis
dan mayat-mayat nyamuk bergeletakan tinggal disapu.
Senin, 17 November 2014
Latihan Teater: Bersoliloqui
oleh: Hari Untung Maulana
Salah satu teknik mengambil nilai teater dengan mudah adalah...
meminta siswa kita bersoliloqui
Mudah, murah, penilaiannya fokus per siswa
Contoh tema soliloqui untuk 30 siswa
latarnya bisa dimana saja...
di taman, di rumah, di halte, di kantor, dll
ketentuan:
1. Siswa membuat skenario soliloqui untuk 10 menit.
2. Siswa harus mengenakan kostum
3. Siswa boleh menggunakan properti yang mendukung
Salah satu teknik mengambil nilai teater dengan mudah adalah...
meminta siswa kita bersoliloqui
Mudah, murah, penilaiannya fokus per siswa
Contoh tema soliloqui untuk 30 siswa
- Mendengar ayah ditangkap polisi karena tertangkap tangan menerima suap
- Dipenjara, kangen sama orang tua
- Guru baru, mau mulai mengajar untuk pertama kalinya
- Dapat kabar mendapat hadiah 1 milyar
- Maling, mau mengembalikan barang yang dicuri
- Remaja, pelaku tawuran yang sembunyi karena dicari-cari polisi
- Anak yang sedang menunggu ibunya dioperasi
- Istri yang menunggu suaminya pulang perang
- Suami yang pulang ke rumah, istrinya tidak ada
- Kakak yang menantikan adiknya pulang dari naik gunung. Sudah 6 hari hilang
- Pengemis yang kelaparan
- Dokter yang digugat pasiennya karena malapraktik
- Admin grup facebook yang grupnya dihapus oleh hacker
- Anggota grup facebook yang benci sama admin karena postingannya dihapus
- Gak punya duit, nekat mau kabur dari kantin
- Mau nyontek pas ulangan
- Enggak sengaja menghilangkan uang bayaran kredit motor
- Niat ngerampok buat biaya obat ibu
- Seseorang yang divonis dokter usianya tinggal lima bulan
- Ibu di panti jompo yang berharap anaknya datang
- Pengamen yang mau jual gitar demi beli susu buat anaknya
- Anak pesantren (iman kuat) yang jatuh cinta.
- Pembantu rumah tangga sudah kerja 30 tahun yang mau mengundurkan diri
- Kakek-kakek penunggu masjid yang mikir kok masjid sepi amat ya...
- Adik yang mau ngelaporin kakaknya ke orang tua karena si kakak merokok
- Remaja yang mau menegur tetangganya yang nyetel musik keras-keras malam-malam
- Lagi sakit gigi di kamar mau ke dokter tapi tutup
- Mau minta motor ke orang tua, tapi tahu ortu enggak punya uang
- Sudah lama menganggur masih tinggal sama orang tua
- Polisi yang harus menggerebeg rumah kakak kandungnya.
latarnya bisa dimana saja...
di taman, di rumah, di halte, di kantor, dll
ketentuan:
1. Siswa membuat skenario soliloqui untuk 10 menit.
2. Siswa harus mengenakan kostum
3. Siswa boleh menggunakan properti yang mendukung
Sabtu, 15 November 2014
Panduan Penulisan Nama Geografis Terbaru
oleh: Hari Untung Maulana
Penulisan nama geografis harus benar
Sesuai dengan aturan standar yang sudah ditentukan
Aturan tersebut yaitu:
1. Semua nama kota ditulis dalam satu kata / dirangkai. Meskipun nama kota tersebut terdiri atas
dua kata. Diawali dengan huruf kapital
misalnya: Jakarta, Medan, Banyuwangi, Padangpanjang, Pondokgede, Jatiasih, dan Balikpapan
2. Semua nama tempat yang menyatakan nama area / wilayah geografi. Maka, ditulis terpisah
dengan tiap kata diawali huruf kapital
misalnya: Gunung Krakatau (nama gunung), Sungai Nil (nama sungai), Laut Jawa (nama laut),
Tanjung Priok (nama tanjung)
tetapi,
nama area / geografis yang digunakan untuk nama kota, tetap ditulis serangkai dan hanya kata
pertama yang diawali dengan huruf kapital
misalnya: Bukittinggi (nama kota bukan nama bukit), Gunungsahari (nama daerah bukan nama
gunung), Tanjungpinang (nama kota bukan nama tanjung)
3. Nama daerah yang diikuti dengan arah mata angin, maka ditulis terpisah dengan tiap-tiap kata
diawali huruf kapital.
misalnya:
Jakarta Timur, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara
4. Nama daerah yang terdiri atas dua kata kembar, tidak dianggap sebagai kata ulang yang artinya
jamak. Sehingga, penulisannya dirangkai dan tidak dipisahkan dengan tanda hubung
misalnya: Mukomuko, Bagansiapiapi, Tolitoli,
5. Nama daerah yang terdiri atas 3 kata atau lebih, ditulis terpisah (tidak dirangkai) dan setiap kata
diawali dengan huruf kapital
misalnya:
Ogan Komering Ilir, Kabupaten Lima Puluh Kota, Ogan Komering Ulu, Kabupaten Tanjung
Jabung Barat
6. Nama daerah yang diikuti angka yang menyatakan urutan (bukan jumlah) maka ditulis terpisah
dan setiap kata diawali dengan huruf kapital
misalnya:
Gang Melati Satu, Gang Melati Dua, Gang Melati Tiga.
tetapi, penggunaan angka yang tidak menyatakan urutan maka harus ditulis serangkai
misalnya:
Salatiga, Tigaraksa,
7. Nama daerah yang menggunakan bahasa daerah, tidak diganti menjadi bahasa Indonesia. karena
pertimbangan asal-usul, sejarah, dan budaya
misalnya: Banyuwangi tidak diganti menjadi Airwangi
Tanahabang tidak diganti menjadi Tanahmerah
Surabaya tidak diganti menjadi Hiubuaya
Penulisan nama geografis harus benar
Sesuai dengan aturan standar yang sudah ditentukan
Aturan tersebut yaitu:
1. Semua nama kota ditulis dalam satu kata / dirangkai. Meskipun nama kota tersebut terdiri atas
dua kata. Diawali dengan huruf kapital
misalnya: Jakarta, Medan, Banyuwangi, Padangpanjang, Pondokgede, Jatiasih, dan Balikpapan
2. Semua nama tempat yang menyatakan nama area / wilayah geografi. Maka, ditulis terpisah
dengan tiap kata diawali huruf kapital
misalnya: Gunung Krakatau (nama gunung), Sungai Nil (nama sungai), Laut Jawa (nama laut),
Tanjung Priok (nama tanjung)
tetapi,
nama area / geografis yang digunakan untuk nama kota, tetap ditulis serangkai dan hanya kata
pertama yang diawali dengan huruf kapital
misalnya: Bukittinggi (nama kota bukan nama bukit), Gunungsahari (nama daerah bukan nama
gunung), Tanjungpinang (nama kota bukan nama tanjung)
3. Nama daerah yang diikuti dengan arah mata angin, maka ditulis terpisah dengan tiap-tiap kata
diawali huruf kapital.
misalnya:
Jakarta Timur, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara
4. Nama daerah yang terdiri atas dua kata kembar, tidak dianggap sebagai kata ulang yang artinya
jamak. Sehingga, penulisannya dirangkai dan tidak dipisahkan dengan tanda hubung
misalnya: Mukomuko, Bagansiapiapi, Tolitoli,
5. Nama daerah yang terdiri atas 3 kata atau lebih, ditulis terpisah (tidak dirangkai) dan setiap kata
diawali dengan huruf kapital
misalnya:
Ogan Komering Ilir, Kabupaten Lima Puluh Kota, Ogan Komering Ulu, Kabupaten Tanjung
Jabung Barat
6. Nama daerah yang diikuti angka yang menyatakan urutan (bukan jumlah) maka ditulis terpisah
dan setiap kata diawali dengan huruf kapital
misalnya:
Gang Melati Satu, Gang Melati Dua, Gang Melati Tiga.
tetapi, penggunaan angka yang tidak menyatakan urutan maka harus ditulis serangkai
misalnya:
Salatiga, Tigaraksa,
7. Nama daerah yang menggunakan bahasa daerah, tidak diganti menjadi bahasa Indonesia. karena
pertimbangan asal-usul, sejarah, dan budaya
misalnya: Banyuwangi tidak diganti menjadi Airwangi
Tanahabang tidak diganti menjadi Tanahmerah
Surabaya tidak diganti menjadi Hiubuaya
Langganan:
Postingan (Atom)

